Kenang-kenangan 1
Waktu aku lulus kuliah D3 gizi, aku free time 1 bulan. Waktu itu pas banget lagi masa-masa ASEAN GAMES. Bisa dibayangkan betapa serunyaaa saat itu... pesta olahraga terbesar di dunia dan berlangsung di negara sendiri, I love Indonesia!!! Apalagi bulu tangkisnya yang ngga diragukan lagi kan... jadi tiap ada pertandingan aku langsung kesana sama temen-temen nganggurku buat nonton langsung ke tribun atau kalo udah ga bisa masuk bisa nobar di depan layar yang besar-besar. Pernah juga kita mau jalan-jalan tapi karena belum dapat kerja, kita jadi penonton bayaran di acara talkshow. Sebulan kemudian aku dan teman-teman dapat jatah jadi enumerator di Dinkes DKI. Alhamdulillah ngga nganggur lagi deh kita :) . Terus bisa jalan-jalan dan jajan enak pas gajian. Lumayan aku bisa ngerasain makan all you can eat yang enak, risoles isi daging yang besar, ramen jepang yang enak di mall besar, bawain martabak telor yang jumbo buat ibu bapak, pamer kalo habis beli sepatu sama mas, dll hahahaha... Alhamdulillah makasih yaa Allah :)
Setelah enumerator selesai masing-masing dari kita berpisah untuk melanjutkan hidup. Ada yang langsung menikah, ada yang langsung PNS, ada yang langsung bekerja dimanapun, ada juga yang masih kembali menganggur. Aku sendiri setelah menyebar dan menjual diri lewat lamaran kerja alhamdulillah dapat pekerjaan sebagai ahli gizi disalah satu RSIA daerah tangerang. Karena masih fresh graduate jadi mungkin saat itu aku masih super perfecto menerapkan ilmu gizi dari kuliah. Apalagi di RS itu aku sendiri dan kaget untuk melakukan sistem gizi rumah sakit yang tidak ada sistematisnya sama sekali di rs ini. Tapi ngga papa, banyak orang yang mau bantu, aku belajar ternyata harusnya seperti ini dan itu dan semua baik banyak memberi masukan, walaupun ada beberapa yang membuat masalah, sampai aku juga pernah ribut, ah lelah diri ini, wajar inilah dunia kerja. Sampai akhirnya waktu itu mungkin aku sedang tidak baik-baik saja, penuh emosi dan setiap aku berangkat kerja hawa-hawa resah dan gelisah langsung menempel di jiwa raga ini. Setiap lepas solat aku berdoa dengan sangat kepada Allah, agar aku mendapat pekerjaan yang lebih layak, lingkungan yang lebih baik, bisa buat aku berkembang dan aku ingin bekerja di Jakarta.
Kembali aku menyebar dan menjual diri pada laman pekerjaan. Beberapa ada yang masuk, dan aku coba. Aku pernah jadi ahli gizi catering, sampai juga akuntan di salah satu PT. lagi-lagi di Tangerang. Menjalani pekerjaan yang ternyata bukan passion itu sungguh sulit. Setiap hari hanya ada mengeluh, gaji tidak seberapa, pekerjaanpun banyak erornya. Tapi aku tidak serta merta menjadi tidak bertanggung jawab, aku selalu serius menjalani pekerjaan, dan belajar tentunya. Mungkin memang sudah jalannya begini. Kembali aku memohon untuk kesekian kalinya, agar Allah memberikanku pekerjaan yang lebih layak, lingkungan yang lebih baik, bisa buat aku berkembang dan aku ingin bekerja di Jakarta. Doa ini lagi yang ku ucap. Selang beberapa bulan aku seleksi di salah satu RSK daerah Jakarta. Mengikuti berbagai tes selama sebulan, sambil memohon doa setelah berikhtiar, semoga kali ini yaa Allah..
Mungkin memang belum rezeki, aku masih belum beruntung. Yasudah aku kembali bekerja ditempatku yang sedang aku jalani :(


Komentar
Posting Komentar